PROGRAM HAMIL
4 April 2019

Ini 4 Pemeriksaan Kehamilan yang Harus Dilakukan di Trimester Pertama

Pemeriksaan pada trimester pertama penting untuk mendeteksi gangguan kehamilan sedini mungkin
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms tentu berharap agar kehamilan berlangsung sehat dan lancar, tanpa ada masalah apapun sampai tiba waktunya melahirkan.

Oleh karena itu, penting bagi setiap Moms untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, terutama di trimester pertama, untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan pada kehamilan.

Dengan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan ini, berbagai masalah dan kendala yang mungkin terjadi bisa dideteksi sedini mungkin.

Harapannya, semua masalah bisa diatasi sehingga kehamilan bisa berlangsung dengan aman dan sehat. Ini dia serangkaian pemeriksaan yang sebaiknya Moms lakukan di trimester pertama.

1. USG

USG dilakukan untuk menentukan ukuran dan posisi bayi. Tapi tak hanya itu, USG juga membantu menentukan apakah ada risiko janin mengalami cacat lahir dengan mengamati struktur tulang dan organ tubuhnya.

The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan The American Institute of Ultrasound in Medicine, menganjurkan agar semua ibu hamil melakukan USG.

“Pemeriksaan USG adalah metode akurat untuk menentukan usia kandungan, jumlah janin, kesehatan, serta posisi janin,” tulis laporan Practice Bulletin ACOG.

Pada usia kehamilan 11-14 minggu, dilakukan USG nuchal translucency (NT). USG jenis ini bisa mengamati risiko Down Syndrome pada bayi bila ditemukan adanya cairan lebih banyak dari biasanya di bagian belakang leher janin.

Baca Juga: Vicky Shu Lakukan USG 4D untuk Melihat Janin, Apa Saja Manfaatnya?

2. Tes Darah

Dokter biasanya menyarankan wanita hamil untuk melakukan tes darah, yang meliputi tes golongan darah, tes kadar hemoglobin (Hb), pemeriksaan hepatitis B dan C, serta rubella.

Pemeriksaan golongan darah biasanya dibarengi dengan pemeriksaan rhesus. Hal ini penting karena apabila rhesus Moms berbeda dengan rhesus bayi, maka kondisi ini dapat menyebabkan bayi mengalami kelainan darah.

Kadar Hb juga perlu diperiksa untuk mengetahui apakah Moms mengidap anemia atau tidak. Kadar Hb yang normal adalah sekitar 10–16 gram per liter pada darah.

Bila Moms positif mengidap anemia, biasanya dokter akan menyarankan Moms untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi dan folat.

Sedangkan pemeriksaan hepatitis B dan C serta rubella, lebih untuk mengetahui apakah ada infeksi virus tersebut pada tubuh Moms.

Terutama rubella, wanita hamil trimester 1 berisiko terkena rubella saat usia kehamilan di bawah lima bulan.

Hal ini dapat menyebabkan bayi meninggal sebelum lahir, atau berisiko lahir dengan penyakit jantung bawaan, kerusakan organ hati, diabetes, dan gangguan otak.

3. Tes Urine

Tes urine dilakukan untuk memastikan bahwa Moms sudah positif hamil. Selain itu, tes urine juga berguna untuk mendeteksi adanya penyakit-penyakit lain yang mungkin diidap oleh wanita hamil.

American Pregnancy Association (APA) mengutarakan bahwa lewat tes urine, dokter akan mengetahui kadar gula dan kadar protein dalam tubuh, serta memprediksi apakah Moms berisiko mengalami diabetes gestasional, penyakit ginjal, atau pre-eklampsia.

Baca Juga: Mengenal Tes Urine HCG dalam Kehamilan dan Risikonya

4. Chorionic Villus Sampling

Ini adalah tes skrining invasif dengan cara mengambil potongan kecil dari plasenta, dan biasa dilakukan di antara minggu ke 10 dan 12 kehamilan.

Tes ini merupakan tes lanjutan dari USG NT dan tes darah yang tidak normal, untuk lebih memastikan adanya kelainan genetik pada janin seperti Down Syndrome.

Itu dia beberapa pemeriksaan kehamilan yang harus Moms lakukan di trimester pertama. Apakah Moms sudah melakukan tes-tes kehamilan di atas?

(VAN/INT)

Artikel Terkait