BALITA DAN ANAK
29 Januari 2020

Ini Pengaruh SPD terhadap Tumbuh Kembang Anak, Jangan Disepelekan!

Bisa menggangu proses belajar anak
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sensory Processing Disorder (SPD) merupakan sebuah kondisi di mana terjadi kejanggalan dalam perilaku anak. Hal ini terjadi ketika otak tidak secara akurat melihat informasi sensorik. Terkadang, gangguan ini juga disebut Sensory Integration Disorder.

Anak yang mengalami SPD sangat peka atau sensitif terhadap hal-hal yang berada di sekitar mereka. Misalnya terhadap suara yang pada orang normal umumnya dianggap biasa saja, namun pada penderita SPD bisa membuat telinga terasa sakit.

Lalu apa pengaruh dari SPD ini terhadap pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil di masa depan?

Baca Juga: 5 Aktivitas yang Cocok untuk Anak ADHD

Sensory Processing Disorder (SPD) dan Tumbuh Kembang Anak

Sensory processing disorder, SPD

Foto: healthline.com

Anak dengan SPD seringkali kurang bisa mempertahankan konsentrasi untuk jangka waktu yang cukup lama, sehingga dapat berdampak dalam proses belajar. Berikut ulasannya.

1. Dianggap Anak Pemalas

Pengaruh SPD pada tumbuh kembang anak yang pertama adalah anak dianggap pemalas. Hal ini terutama terjadi bila anak kurang dapat mempertahankan sikap duduk dengan postur tegak, duduk merosot, setengah berbaring atau membungkuk, dan menyandarkan kepala di meja.

Guru dan orangtua akan mengatakan bahwa anak ini pemalas.

“Saat diminta memperbaiki duduknya maka fokus anak terserap pada usahanya untuk mempertahankan duduk tegak, sehingga sulit untuk berkonsentrasi pada proses belajar,” jelas dr. Gitayanti Hadisukanto, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Konsultan Psikiatri Anak dan Remaja RS Pondok Indah – Pondok Indah.

2. Kurang Terampil

Pengaruh SPD pada tumbuh kembang anak yang selanjutnya adalah anak jadi kurang terampil. Pada saat berolahraga pun anak akan kurang sigap dan kurang terampil secara motorik kasarnya, yang membuatnya tampak malas dan lemas.

Baca Juga: 5 Aktivitas Terbaik Untuk Mengembangkan Keterampilan Motorik Kasar pada Balita

Sehingga kemungkinan besar teman-temannya akan menolak mengikutsertakan si anak, sehingga anak akan merasa tersisih, dikucilkan teman, yang akan berdampak pada pembentukan otonomi, rasa percaya diri, dan ketahanan menghadapi masalah.

3. Tidak Bisa Memperkirakan Sesuatu

Pengaruh SPD pada tumbuh kembang anak yang selanjutnya adalah anak tidak bisa memperkirakan sesuatu. Ada pula anak yang kurang bisa memperkirakan atau menghitung jarak dirinya terhadap sekitarnya, sehingga kita sering melihat anak ini bila jalan akan menyenggol menjatuhkan benda-benda di sekitarnya, menabrak dinding atau pintu kaca, tersandung dan terjungkal.

Sering kali anak juga tidak mampu memperkirakan sejauh mana sentuhannya tidak menyakiti orang lain.

“Saat ingin menyentuh seseorang, orang lain merasakan bahwa dia mendorong atau memukul,” tambah dr. Gitayanti Hadisukanto.

Harus diketahui pula bahwa SPD seringkali gangguan yang tidak berdiri sendiri. Anak-anak dengan masalah tumbuh kembang seperti ASD dan ADHD juga sering kali disertai dengan SPD.

Pada kasus-kasus seperti ini, apabila hanya SPD saja yang ditangani, maka hasil perbaikannya juga akan lambat. Tentunya gangguan-gangguan tumbuh kembang mutlak ditegakkan diagnosisnya dan diberikan penanganan yang sesuai, sehingga SPD pun akan teratasi dengan lebih optimal.

Baca Juga: 5 Ide Permainan Sensorik Untuk Bayi 8 Bulan

Tips Menghadapi Anak dengan SPD?

Sensory processing disorder, SPD

Foto: redbookmag.com

Dalam menghadapi anak-anak yang menderita SPD, dr. Gitayanti Hadisukanto memberikan beberapa tips-tips yang bisa membantu, di antaranya:

  • Konsultasikan anak dengan dokter spesialis di pusat penanganan tumbuh kembang (growth and development center).
  • Terapi yang dianjurkan sebaiknya dijalankan dengan teratur dan sabar.
  • Melatih di rumah sesuai home program yang diberikan.
  • Tidak memberikan pelayanan atau bantuan berlebihan pada anak (over-service).
  • Jangan lupa memberikan dorongan positif dan pujian atas keberhasilan atau kemajuan yang dicapai anak.

Nah, itulah pengaruh SPD pada tumbuh kembang anak serta bagaimana menghadapinya. Jika dibutuhkan, Moms memang harus membawa Si Kecil ke ahlinya untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Terkait