BALITA DAN ANAK
20 Februari 2020

Sakit Mata pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Ini hal penting yang harus Moms ketahui
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Mata adalah salah satu organ paling sensitif di dalam tubuh kita. Makanya sebisa mungkin kita menjaga mata agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

Salah satu masalah umum mata yang seringkali kita alami adalah sakit mata. Tidak hanya pada orang dewasa, sakit mata juga bisa menyerang anak-anak lho.

Baca Juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Mata Anak agar Tetap Cemerlang

Mengutip dari jurnal Eye Pain in Preschool Children, tidak ada penyebab sakit mata yang jelas, gejala ini biasanya fungsional pada anak-anak prasekolah yang mungkin mengalami kesulitan untuk mengkomunikasikannya.

Sakit mata pada anak bisa disebabkan karena berbagai hal umum, mulai dari infeksi, iritasi, hingga kelainan bawaan saat lahir. Anak-anak cenderung sulit mengutarakan keluhannya, karena itu orang tua perlu lebih awas dalam mengenali jenis sakit mata yang sering dialami anak.

Penyebab Sakit Mata di Permukaan

sakit mata pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Berikut adalah beberapa penyebab umum sakit mata yang mempengaruhi permukaan depan mata:

1. Benda Asing di Kornea

Tidak mengherankan, apa yang sering menyebabkan tidak nyaman di mata memang benda asing yang masuk ke mata. Benda asing umum yang dapat melekat di permukaan kornea mata seperti serutan logam, pasir anorganik (pasir, partikel batu kecil), serbuk gergaji dan bahan organik lainnya.

Benda asing yang menempel ini bisa membuat mata merasa tidak nyaman, mulai dari tingkat yang ringan hingga parah dan biasanya akan terasa paling tidak nyaman saat kita berkedip. Penglihatan kabur dan sensitivitas terhadap cahaya juga umum terjadi.

Baca Juga: Usia Berapa Bayi Bisa Melihat dengan Jelas? Ketahui Tahap Perkembangan Penglihatannya

Jika penyebab sakit mata pada anak adalah karena benda asing, maka membutuhkan penanganan segera dari dokter mata, karena benda yang menempel dalam kornea dapat dengan cepat menyebabkan infeksi mata yang serius.

Tetes mata antibakteri dapat diresepkan untuk mencegah infeksi saat kornea sembuh.

2. Abrasi Kornea

Atau dikenal juga dengan kornea yang tergores. Meskipun sebagian besar lecet kornea tidak serius, mereka bisa membuat sangat tidak nyaman dan juga menyebabkan sensitivitas cahaya dan mata berair.

Banyak goresan kornea superfisial yang bisa sembuh sendiri dalam waktu 24 jam. Tetapi lecet yang lebih dalam dapat menyebabkan infeksi mata yang serius dan bahkan borok kornea jika tidak segera ditangani.

Karena sulit untuk mengetahui apakah sakit mata pada anak disebabkan oleh goresan kecil, abrasi yang dalam atau benda asing di kornea, sebaiknya Moms bawa anak untuk menemui dokter mata jika muncul keluhan dari anak untuk menemukan penyebabnya dan bisa ditangani dengan baik.

3. Mata Kering

Penyebab sakit mata lainnya pada anak adalah mata kering. Biasanya ketidaknyamanan mata kering dimulai lebih lambat dan bertahap daripada sakit mata akibat benda asing di kornea atau abrasi.

Terkadang mata kering dapat menyebabkan abrasi kornea, karena tidak ada cukup air mata pada permukaan mata untuk menjaga kornea tetap lembap dan licin.

Baca Juga: 6 Penyebab Mata Kering dan Cara Mengatasinya

Jika menggunakan tetes mata sebagai pelumas secara signifikan meningkatkan kenyamanan, penyebab rasa sakit mata pada anak mungkin karena mata kering. Dalam sebagian besar kasus, mata kering tidak memerlukan perhatian segera, tetapi dokter mata dapat melakukan tes untuk menentukan tingkat kekeringan dan merekomendasikan pengobatan yang paling efektif.

Penyebab Sakit Mata di Area Belakang Mata

sakit mata pada anak

Foto: momjunction.com

Penyebab umum sakit mata di belakang mata adalah sakit kepala migrain dan infeksi sinus.

Dalam kasus sakit kepala migrain, rasa sakit hampir selalu berada di belakang satu mata saja dan sering disertai dengan rasa sakit di tempat lain di sisi kepala yang sama.

Sakit mata di belakang mata akibat infeksi sinus biasanya kurang parah daripada rasa sakit akibat migrain, dan kedua mata mungkin terpengaruh.

Meskipun rasa sakit di belakang mata dari penyebab ini biasanya bukan keadaan darurat, jika Moms memiliki rasa sakit kronis atau berulang dari jenis ini, kunjungi dokter mata atau dokter umum untuk perawatan dan untuk melihat apa yang dapat dilakukan untuk mencegahnya terulang.

Baca Juga: Pahami 5 Faktor yang Dapat Menjaga Kesehatan Mata Anak Ini

Penyebab Sakit Mata di Sekitar Mata

sakit mata pada anak

Foto: healthvieweyecare.com

Salah satu penyebab paling umum rasa sakit di sekitar mata adalah bintil (hordeolum) di kelopak mata.

Bintil atau bintitan bisa lebih mudah terjadi jika anak tidak menjaga kebersihan mata atau memiliki kebiasaan tertentu, seperti sering mengucek mata dengan tangan yang kotor.

Untungnya bintil di pelupuk mata tidak memerlukan perhatian mendesak dari dokter mata dan biasanya dapat sembuh dirawat di rumah dengan menerapkan kompres hangat ke kelopak mata beberapa kali sehari selama beberapa hari.

Penyebab rasa sakit yang jauh lebih umum dan jauh lebih serius di sekitar mata adalah suatu kondisi yang disebut neuropati optik, yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

Gejala yang menyertai biasanya berkurang ketajaman visual dan penurunan penglihatan warna, dan rasa sakit biasanya lebih buruk dengan gerakan mata.

Nyeri mata yang mungkin disebabkan oleh neuropati optik membutuhkan perhatian segera oleh dokter spesialis mata dan ahli saraf.

Baca Juga: 3 Masalah Mata yang Umum Dialami Bayi

Gejala dan Tanda Sakit Mata

sakit mata pada anak

Foto: familydoctor.org

Gejala yang sering ditemukan pada mereka yang mengeluhkan sakit mata atau sakit di sekitar mata adalah:

  • Hilangnya sebagian atau seluruhnya penglihatan
  • Sensitivitas terhadap cahaya yang ekstrim
  • Mata berair
  • Penglihatan ganda
  • Halos (melihat lingkaran berwarna atau lingkaran cahaya di sekitar lampu)
  • Floaters baru (bintik-bintik, tali, sarang laba-laba, atau bayangan yang terlihat di depan mata)
  • Batasan gerakan mata normal
  • Nyeri dengan gerakan mata ke berbagai arah
  • Sensasi kilatan atau garis-garis cahaya
  • Sakit kepala parah terkait dengan sakit mata
  • Semua gejala ini harus segera dievaluasi oleh dokter spesialis mata atau profesional medis lainnya.

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Mata Balita

Mengobati Sakit Mata pada Anak

sakit mata pada anak

Foto: aao.org

Perawatan untuk sakit mata pada anak bisa sangat bervariasi, tergantung dari penyebab sakit mata itu sendiri. Mulai dari memberikan satu instruksi untuk mengaplikasikan kompres hangat pada mata bintitan hingga melakukan operasi darurat untuk penderita glaukoma akut.

1. Obat Tetes Mata

Obat tetes mata antibiotik atau salep mata mungkin diresepkan untuk mengobati sakit mata yang disebabkan oleh virus.

Selain obat tetes mata, juga mungkin direkomendasikan untuk menggunakan obat penghilang rasa sakit mata.

2. Menggunakan Kompres Hangat

Menggunakan kompres hangat juga bisa mengatasi sakit mata karena bintitat. Coba gunakan waslap yang telah dihangatkan dengan air panas, pada mata selama 15 hingga 20 menit, sebanyak empat kali sehari.

Jika bintitan menjadi lebih sakit, dokter mata dapat membukanya sehingga infeksi dapat dikeluarkan habis. Jika tidak hilang dalam tiga hingga empat minggu, dapat diangkat melalui pembedahan melalui sayatan di bagian dalam kelopak mata.

Baca Juga: Tidak Perlu Obat Tetes, Jernihkan Mata dengan 6 Cara Alami Ini

3. Obat Tanpa Resep

Moms juga bisa menggunakan obat-obat uang dijual bebas untuk mengatasi sakit mata pada anak, seperti ibuprofen (Motrin) dan acetaminophen (Tylenol), serta dengan resep obat anti-migrain.

Namun sebelumnya, Moms harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter karena akan diberikan pada anak.

Mencegah Sakit Mata pada Anak

sakit mata pada anak

Foto: orami Photo Stock

Untuk mencegah sakit mata pada anak, bisa dilakukan dengan melindungi mata terlebih dahulu.

  • Kenakan kacamata pengaman saat bermain kegiatan di luar ruangan atau olahraga, seperti bola basket, raket, dan tenis. Juga, kenakan tutup kepala yang tepat, seperti helm pengaman di tempat kerja saat dibutuhkan, helm untuk bermain bisbol, dan masker wajah saat bermain hoki.
  • Pengawasan dari orang tua juga sangat penting, terutama ketika anak sedang bermain. Karena mainan memiliki pegas yang bisa menembakkan benda tajam dan benda-benda lainnya pada mata anak.
  • Jika anak menggunakan lensa kontak, gunakan perawatan mata rutin yang tepat untuk mencegah cedera mata karena lensa kontak. Orang yang memakai lensa kontak harus mengikuti instruksi dokter mata dengan hati-hati untuk melepas, mengoleskan, dan mencuci lensa kontak mereka.

Itu dia beberapa hal yang perlu Moms ketahui mengenai sakit mata pada anak. Pastikan untuk mengetahui penyebabnya, agar bisa diobati dengan tepat.

Artikel Terkait