2-3 TAHUN
9 Oktober 2020

Sering Mengeluh Sakit Perut, Apakah Mungkin Balita Sakit Maag?

Penyakit maag pada anak bila tidak diobati dapat menjadi tukak lambung
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Penyakit maag menjadi penyakit umum yang dialami orang dewasa, tetapi bagaimana dengan anak-anak? Apakah mungkin bagi balita sakit maag?

Maag sendiri merupakan istilah umum untuk menggambarkan penyakit radang lambung (gastritis) dan tukak lambung (peptic ulcer disease).

Jika penyakit gastritis ini tidak ditangani dengan baik, maka bisa berlanjut menimbulkan tukak lambung. Karenanya, bila Si Kecil ada keluhan sakit perut pada anak, penting untuk memeriksakan ke dokter untuk mengetahui apakah balita sakit maag atau yang lainnya.

"Penyakit ini (gastritis) lebih jarang terjadi pada anak dibandingkan usia dewasa. Berdasarkan beberapa studi, angka kejadiannya pada anak berkisar antara 2-8 persen. Anak di atas usia 10 tahun lebih sering mengalami tukak lambung," jelas dr. Cut Nurul Hafifah, Sp. A, Dokter Spesialis Anak, RS Pondok Indah-Pondok Indah.

Baca Juga: Benarkah Kopi Memicu Maag? Ini 7 Cara Minum Kopi Agar Tidak Sakit Perut

Penyebab Balita Sakit Maag

maag pada anak

Lebih lanjut, dr Cut mengatakan beberapa faktor risiko balita sakit maag atau mengidap penyakit gastritis dan tukak lambung yang bisa disebabkan oleh penggunaan obat jenis tertentu.

"Faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit ini adalah penggunaan obat non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAID), seperti ibuprofen; obat kortikosteroid, seperti metilprednisolon; dan obat-obatan penekan sistem imun," jelasnya.

Ia menambahkan, selain itu infeksi bakteri Helicobacter pylori juga menjadi penyebab terjadinya tukak lambung. Stres berat pasca-operasi, luka bakar, dan penyakit berat lainnya juga bisa menjadi faktor.

Dr Cut juga mengatakan penyebab terjadinya balita sakit maag atau gastritis dan tukak lambung bisa jadi adanya kelainan ginjal kronis dan gangguan hormonal, seperti hiperparatiroidisme, meskipun kasus ini cukup jarang.

Baca Juga: Cara Mencegah GERD (Penyakit Lambung) Pada Anak

Pengobatan Balita Sakit Maag

maag pada anak.jpg

Mengutip dari Kids Health, pengobatan balita sakit maag atau gastritis dan tukak lambung dilakukan dokter dengan menggunakan kombinasi antibiotik untuk membunuh bakteri.

Biasanya, dokter juga akan memberikan antasida atau obat penekan asam untuk menetralkan atau memblokir produksi asam lambung.

Bila gastritis atau tukak lambung pada anak memiliki gejala pendarahan dari lambung atau usus kecil, gejala-gejala ini akan membutuhkan agar anak dirawat di rumah sakit.

Untuk menghindari balita sakit maag atau gastritis dan tukak lambung, salah satu cara untuk membantu meredakan sakit perut pada anak adalah dengan mengikuti jadwal makan teratur.

Ini berarti membuat jadwal makan agar perut anak tidak kosong dalam waktu lama. Anak bisa makan 5-6 porsi kecil setiap hari, dan ajak Si Kecil untuk meluangkan waktu beristirahat setelah makan.

Hindari juga penggunaan obat yang mengandung aspirin, ibuprofen, atau obat antiinflamasi karena ini dapat mengiritasi lambung atau menyebabkan pendarahan pada lambung.

Segera konsultasi ke dokter bila anak memiliki gejala-gejala berikut:

  • Sakit perut yang parah
  • Muntah berdarah atau terlihat seperti ampas kopi
  • Tinja yang berdarah, dan hitam
  • Adanya sensasi membakar yang bertahan lama di daerah di bawah tulang rusuk setelah makan, minum susu, atau mengonsumsi antasida

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang balita sakit maag. Jadi, meskipun dalam kedokteran tidak ada istilah sakit maag, Moms tetap harus waspada karena balita sangat mungkin terserang gastritis dan tukak lambung.

Artikel Terkait