BALITA DAN ANAK
24 Oktober 2019

Apa Dampak Kolesterol Tinggi Pada Anak?

Meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular di masa depan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Hiperlipidemia atau kolesterol tinggi pada anak adalah kondisi dimana kadar total kolesterol dan low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat melebihi ambang normal.

Bila merujuk panduan dari National Cholesterol Education Program, kadar total kolesterol normal untuk anak usia 2-18 tahun adalah kurang dari 170mg/dL dan kadar LDL normal adalah kurang dari 110mg/dL.

Yuk Moms, simak informasi berikut untuk tahu lebih banyak tentang penyebab dan dampak kolesterol tinggi pada anak.

Penyebab Kolesterol Tinggi Pada Anak

Apa Dampak Kolesterol Tinggi Pada Anak 1.jpg

Foto: newsweek.com

Sebagian besar orang mengira masalah kolesterol hanya menimpa orang dewasa. Namun seperti dikutip dari KidsHealth.org, kolesterol tinggi pada anak juga bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:

  • Pola makan tidak sehat, terutama yang tinggi akan lemak jenuh dan lemak trans.
  • Faktor keturunan dari orang tua atau kerabat dekat.
  • Obesitas akibat pola makan tidak sehat dan gaya hidup tidak aktif

Moms juga harus tahu nih, selain diproduksi oleh organ hati, kolesterol juga bisa didapatkan dari berbagai makanan seperti kuning telur, daging merah, daging unggas, seafood, dan produk olahan susu.

Baca Juga: Bisa Turunkan Kolesterol, Ini 5 Manfaat Tempe untuk Kesehatan

Berbagai Tipe Kolesterol Dalam Tubuh Anak

Apa Dampak Kolesterol Tinggi Pada Anak 2.jpg

Foto: USAToday.com

Untuk bisa bergerak ke seluruh bagian tubuh, kolesterol perlu bergabung dengan protein menjadi lipoprotein untuk kemudian mengikuti aliran darah.

Ada dua tipe lipoprotein yang paling dikenal, yaitu Low-Density Lipoprotein (LDL) yang sering disebut dengan kolesterol jahat dan High Density Lipoprotein (HDL) yang dikenal sebagai kolesterol baik.

Selain LDL dan HDL, di dalam tubuh anak sebenarnya masih ada pula tipe kolesterol Intermediate-Density Lipoprotein (IDL), Very Low-Density Lipoprotein (VLDL), dan Chylomicrons yang masing-masing memiliki fungsi berbeda.

Baca Juga: 4 Cara Nyaman Santap Hidangan Bersantan Tanpa Takut Kolesterol Tinggi

Dampak Kolesterol Tinggi Pada Anak

Apa Dampak Kolesterol Tinggi Pada Anak 3.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Menurut American Academy of Family Physician, kolesterol dalam kadar normal sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh anak untuk melindungi saraf, mendukung pembentukan jaringan halus, serta menghasilkan hormon tertentu.

Namun kolesterol berlebih dapat menumpuk dengan zat lain di dinding pembuluh darah dan menjadi plak.

Adanya plak dapat memicu terbentuknya gumpalan darah yang bisa menghambat aliran pada pembuluh darah yang menyempit, sehingga meningkatkan risiko anak terkena serangan jantung dan stroke di masa depan.

Baca Juga: Tidak Disangka, Ini 5 Makanan yang Bisa jadi Obat Kolesterol

Mengutip informasi dari America Heart Association, kolesterol tinggi pada anak juga dapat memicu terjadinya atherosclerosis atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini membuat aliran darah, oksigen, serta nutrisi penting lain ke organ tubuh vital seperti otak, usus, dan ginjal berkurang.

Bila kadar kolesterol anak tidak dijaga, maka dia akan memiliki risiko lebih besar mengalami berbagai masalah kesehatan serius, seperti:

  • Penyakit jantung koroner atau penumpukan plak pada pembuluh darah dari dan ke jantung.
  • Angina atau rasa sakit di dada akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung.
  • Penyakit arteri karotid atau plak di pembuluh darah leher yang menyuplai darah ke otak.
  • Penyakit arteri perifer atau penyumbatan aliran darah ke tungkai kaki.
  • Penyakit ginjal kronis.

Pada sebagian kasus, berbagai tanda penyakit di atas sudah mulai terlihat saat anak memasuki usia remaja lho, Moms.

Bila Moms, Dads, atau anggota keluarga terdekat memiliki riwayat kolesterol tinggi, ada baiknya segera melakukan tes darah untuk mencegah terjadinya kolesterol tinggi pada anak.

Melihat berbagai bahaya kolesterol tinggi di atas, jadi semakin bertambah alasan untuk membiasakan anak menjalankan gaya hidup sehat ya, Moms?

Artikel Terkait