BALITA DAN ANAK
13 November 2019

Balita Suka Berbohong Punya IQ Tinggi Lho Moms!

Berbohong adalah kemampuan sosial penting bagi anak
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms mungkin khawatir saat Si Kecil mulai suka berbohong. Maklum saja, kebohongan memang identik dengan hal negatif.

Tapi, siapa sangka, balita suka berbohong memiliki IQ tinggi lho. Ini tandanya bahwa Si Kecil cerdas.

Rupanya, berbohong adalah kemampuan sosial yang penting. Menurut beberapa studi, anak-anak yang membelokkan kenyataan lebih unggul dalam bidang kognitif dibanding anak yang jujur.

Bagaimana sebenarnya balita suka berbohong punya IQ tinggi? Simak ulasannya di bawah ini.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Anak Kecil Mulai Suka Berbohong

Keterampilan Theory of My Mind

images (15).jpg

Foto: Todaysparent.com

Untuk berbohong, ada dua hal yang diperlukan. Pertama, anak-anak perlu memahami apa yang orang lain tahu dan tidak tahu. Ini disebut keterampilan theory of mind yang berkembang perlahan di usia prasekolah dan TK.

Anak-anak yang lebih jago theory of mind lebih pandai berbohong. Semakin anak mampu berpikir tentang apa yang orang lain pikirkan dan rasakan, semakin mereka belajar kapan waktu yang tepat untuk berbohong dan bagaimana cara berbohong agar meyakinkan.

Misalnya, saat anak melihat temannya punya mainan robot baru, anak mengarang cerita bahwa di rumah ia punya mainan robot yang lebih bagus.

Bahkan, ia bisa menjelaskan secara detail siapa yang membelikan, kapan dan di mana robot itu dibeli, dan seperti apa bentuk robotnya.

"Balita dengan skor IQ lebih tinggi lebih cenderung berbohong," kata Angela Crossman, Ph.D., pakar psikologi di New York, Amerika Serikat.

Dilansir dari National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine, untuk berbohong, anak membutuhkan potongan-potongan informasi untuk diolah hingga diutarakan menjadi kebohongan yang sukses. Si Kecil juga harus mengingat-ngingat apa saja yang sudah dia utarakan agar kebohongannya sempurna.

Tentu saja kemampuan ini tidak dimiliki oleh setiap orang. Bisa berbohong dengan baik menunjukan bahwa anak tersebut memiliki kemampuan untuk mengingat, mengumpulkan, dan mengolah informasi dengan baik.

Bukan hanya pada pada balita, kemampuan berbohong sejak dini juga berkaitan dengan dengan keterampilan sosial yang baik pada remaja.

Nah, terbuktikan balita suka berbohong punya IQ tinggi?

Baca Juga: Wah, Balita Tahu Jika Orang Tuanya Berbohong!

Balita Suka Berbohong Punya IQ Tinggi

images (16).jpg

Foto: Babybonus.msf.gov.sg

Sebuah studi di Kanada terhadap 1.200 anak usia 2-17 tahun menemukan bahwa balita suka berbohong punya IQ tinggi. Itu artinya, anak yang berbohong sejak kecil ternyata lebih cerdas. Sebab, proses kompleks yang terlibat dalam perekaan cerita adalah indikator baik IQ anak.

Hal kedua yang diperlukan untuk berbohong adalah fungsi eksekutif, yakni kemampuan merencanakan sesuatu dan menghindari hal yang tidak diinginkan. Contohnya, berbohong sudah makan sayur agar ia tidak lagi diberi makan sayuran yang ia tidak suka.

Menurut Dr. Kang Lee, profesor psikologi di University of Toronto, Kanada, 30 persen balita di bawah tiga tahun yang bisa berbohong memiliki kemampuan fungsi eksekutif yang lebih tinggi. "Khususnya, kemampuan menunda dorongan berkata jujur dan mengubahnya menjadi bohong," jelas Dr. Lee.

Ia menambahkan, kemampuan kognitif canggih seperti itu bisa membuat anak-anak tersebut lebih sukses di sekolah dan bernegosiasi dengan anak-anak lain di taman bermain.

Baca Juga: Menghadapi Anak yang Suka Berbohong

Nah Moms, jika Si Kecil mulai suka berbohong, jangan khawatir dulu. Ingat, balita suka berbohong punya IQ tinggi lho.

Jadi, wajar jika balita tidak mengaku membuat kesalahan dan memiliki teman khayalan. Malah, hal ini menunjukkan tingginya kemampuan kognitif Si Kecil.

Tapi, kalau anak sering berbohong sampai ia besar, itu lain cerita, ya, Moms.

(EMA)

Artikel Terkait