TRIMESTER 2
11 Oktober 2019

Stres Saat Hamil, Hati-hati Dampaknya pada Janin

Ibu hamil sebaiknya mampu mengelola stres, karena dampaknya bisa mengenai janin
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Stres bisa dialami oleh siapa saja. Kondisi ini biasanya terjadi ketika seseorang mengalami banyak masalah atau pikiran dan tidak tahu cara mengelolanya dengan baik.

Stres tidak dapat dianggap sepele karena bisa menjadi stres kronis yang membahayakan kesehatan tubuh kita.

Stres juga rentan dialami oleh ibu hamil. Lonjakan hormon yang terjadi saat kehamilan, persiapan menjadi orang tua baru yang tentunya tidak mudah, dan kondisi tubuh yang mudah merasa lelah, menjadi pemicu bagi Moms yang sedang hamil akhirnya menjadi stres.

Stres saat kehamilan adalah hal yang normal terjadi, namun jika kondisi ini terus-menerus berlanjut, maka dampaknya bisa memengaruhi kesehatan Moms.

Hal yang masih menjadi perdebatan, apakah stres saat hamil dapat menyebabkan dampak negatif pada janin di kandungan.

Namun, penting untuk diketahui, ketika ibu hamil mengalami stres dan kesehatan fisiknya menurun, maka hal ini memengaruhi kondisi janin.

Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Stres Saat Hamil Tua

Dampak Stres pada Ibu Hamil

Stres saat Hamil, Ini Dampak pada Janin-2.jpg

Proses menjadi seorang ibu baru memang tidak mudah, terlebih lagi jika ini adalah kehamilan pertama bagi Moms.

Stres saat hamil dapat terjadi dan jika berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan stres kronis. Bahaya stres kronis yang dialami ibu hamil memengaruhi kesehatannya.

Dampak yang terjadi di antaranya kualitas tidur yang menurun, berisiko mengalami masalah pencernaan, sering sakit kepala, otot terasa tegang, dan risiko tekanan darah tinggi.

Perlu Moms ketahui, tekanan darah tinggi saat hamil bisa menyebabkan preeklamsia yang disertai adanya protein dalam urine.

Baca Juga: Harus Diperhatikan, Ini 5 Tanda Janin Stres

Kondisi ini dapat mengganggu pertumbuhan janin dan bahkan dapat mengakibatkan kelahiran prematur.

Hal ini membuktikan bahwa stres saat hamil hamil nyatanya dapat berdampak juga pada kondisi janin.

Ibu yang sehat, maka bayinya juga sehat. Sebaliknya, ibu yang mengalami sakit, maka bayinya juga dapat merasakan sakit. Meskipun begitu, peningkatan stres pada tiap-tiap ibu hamil memang berbeda.

Dampak Stres Saat Hamil pada Janin

Stres saat Hamil, Ini Dampak pada Janin-3.jpg

Stres saat hamil di trimester pertama dapat memengaruhi perkembangan sistem imun, perkembangan otak, dan juga metabolisme bayi.

Seperti yang Moms ketahui, pertumbuhan janin sangat berkembang pesat pada trimester pertama sehingga perlu dijaga dengan baik.

Jika ibu hamil mengalami stres yang berkepanjangan, hal ini bisa memengaruhi kondisi anak sampai ia dilahirkan. Dampaknya juga tidak main-main, lho, Moms!

Penelitian yang diulas oleh Early Human Development mengungkapkan ibu hamil yang mengalami stres dapat memiliki bayi dengan masalah tidur dan memengaruhi siklus bangun serta tidur anak.

Hal ini dapat berbahaya karena anak-anak membutuhkan tidur yang cukup agar perkembangannya menjadi sehat. Tidur yang kurang bisa memicu kecemasan dan depresi kronis.

Studi lain yang diterbitkan oleh The British Journal of Psychiatry menyebutkan, stres saat hamil yang berkepanjangan dapat berdampak pada kepribadian anak di masa mendatang.

Anak-anak yang terpapar stres saat masih di kandungan berpotensi empat kali lipat lebih tinggi mengalami gangguan kepribadian dibandingkan mereka yang ibunya tidak mengalami stres.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Tentunya ini bukan faktor tunggal penyebabnya, melainkan ada hal lain yang memengaruhi seperti faktor gen, pola asuh, faktor sosial, dan masalah psikologis.

Namun, stres saat hamil dapat mengakibatkan perkembangan depresi, gangguan kecemasan pada anak, hingga skizofrenia. Ngeri banget, ya, Moms?

Untuk itu, segera kelola stres dengan baik dan cara ini bisa berbeda-beda pada setiap ibu hamil. Moms bisa melakukan yoga prenatal untuk menjaga ketenangan jiwa dan membuat kondisi tubuh tetap sehat.

Atau Moms bisa berbagi keluh kesah kepada sesama ibu yang mengandung atau pernah mengandung, agar Moms tidak merasa sendirian. Intinya, jangan menyimpan masalah sendirian karena hal tersebut berpotensi picu stres saat hamil.

(DG)

Artikel Terkait