Jangan Sampai Terjadi, Ini 3 Efek Masalah Kesuburan untuk Hubungan Suami Istri

Adakah pengaruhnya terhadap hubungan suami-istri?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Masalah kesuburan merupakan salah satu penyebab pasangan susah punya anak. Dikutip dari situs web Medical News Today, antara 8 hingga 12 persen pasangan di dunia mengalami masalah kesuburan.

Untuk mengatasi masalah kesuburan, Moms dan Dads harus menjalani banyak sesi konsultasi dengan dokter dan perawatan atau terapi khusus supaya bisa hamil. Proses tersebut sangat panjang dan melelahkan, apalagi tidak ada jaminan bahwa hasil akhirnya pasti sesuai dengan harapan Moms dan Dads.

Terkadang muncul efek masalah kesuburan yang sebelumnya tak pernah dibayangkan oleh Moms maupun Dads. Ketahui beberapa contohnya berikut.

1. Depresi

Ini efek jangka panjang tak terduga dari perjuangan mengatasi masalah kesuburan 2.jpg

Masalah kesuburan memang bisa membuat pasangan merasa tak berdaya hingga akhirnya stres dan depresi. Dikutip dari situs web Medical News Today, sebuah penelitian pada 2015 menemukan prevalensi gangguan depresi berat yang tinggi pada orang-orang yang menjalani perawatan untuk mengatasi masalah kesuburan.

Penelitian lain menunjukkan bahwa pengalaman emosional perempuan dengan masalah kesuburan mirip dengan rasa sakit emosional yang dirasakan oleh perempuan yang menderita kanker, HIV, dan penyakit kronis.

Baca Juga: Ini Faktor Penentu Yang Mempengaruhi Kesuburan

2. Merasa Malu

Jangan Sampai Terjadi, Ini 3 Efek Masalah Kesuburan untuk Hubungan Suami Istri 3.jpg

Sebagian pasangan dengan masalah kesuburan merasa malu akan kondisi ini dan tidak mau menceritakannya kepada orang lain. Susan Benjamin Feingold, Psy.D., psikolog klinis yang juga penulis buku Happy Endings, New Beginnings: Navigating Postpartum Disorders, mengatakan hal ini sebenarnya cukup lazim.

“Sebagian pasien saya tidak menceritakan masalah kesuburan mereka kepada siapa pun karena malu. Mereka berpikir tidak banyak orang yang mengalami masalah kesuburan,”ujar Feingold.

Baca Juga: Benarkah Vitamin D Dapat Menambah Kesuburan?

3. Merusak Hubungan Suami dan Istri

Jangan Sampai Terjadi, Ini 3 Efek Masalah Kesuburan untuk Hubungan Suami Istri 4.jpg

Kebanyakan suami-istri kepingin memiliki momongan. Masalah kesuburan yang dialami suami atau istri dapat membuat harapan tersebut lama-lama menjadi pudar.

Pihak yang memiliki masalah kesuburan kemungkinan merasa bersalah karena tidak dapat mewujudkan keinginan pasangannya. Di sisi lain, pihak yang “tidak bermasalah” juga bisa jadi kebingungan dalam menghadapi kondisi tak terduga tersebut–apalagi jika pasangannya sampai depresi.

Awal mula “rusaknya” hubungan suami istri bisa ditandai dengan berkurangnya frekuensi hubungan seks. Biasanya, pihak yang memiliki masalah kesuburan enggan berhubungan seks karena ia tengah frustrasi. Apalagi bila mengingat kegiatan tersebut tidak dapat mengakibatkan kehamilan.

Baca Juga: Makan Tomat Bisa Meningkatkan Kesuburan Pria? Ini Kata Ahli!

Rasa tak berdaya dan ketidakjelasan akan peluang untuk punya anak memang dapat menimbulkan masalah tersendiri bagi hubungan suami dan istri. Meskipun awalnya Moms dan Dads positif dapat melalui masalah tersebut bersama-sama, namun, efek mengatasi masalah kesuburan ternyata juga bisa merusak keharmonisan hubungan suami dan istri.

Untuk mengatasinya, komunikasikan perasaan Moms ke Dads selalu, ya. Semoga Moms dan Dads tetap sabar dan kuat!

(AN)

Artikel Terkait