KEHAMILAN
10 September 2020

Pemijatan Ibu Hamil, Ini yang Harus Moms Ketahui!

Ketahui manfaat dan waktu yang dilarang melakukan pijat hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pijat kehamilan sering mendapat tanggapan pro dan kontra dari komunitas kesehatan terkait keamanan dan tujuannya.

Penyelidikan dan penelitian modern telah menunjukkan bahwa terapi pijat saat hamil dapat membantu dalam perawatan prenatal dan harus dipertimbangkan dengan cermat.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Montefiore Medical Center, New York, Dr. Mary Rosser juga menyarankan ibu hamil saat melakukan pijat sebaiknya  memilih terapis pijat yang sudah bersertifikasi khusus pijat kehamilan dan tentu saja atas seizin dokter kandungan.

Baca Juga: 5 Cara Menggunakan Essential Oil untuk Pijat Hamil

Manfaat Pemijatan Ibu Hamil

manfaat pemijatan ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Pemijatan ibu hamil adalah istilah untuk pijat tangan selama atau setelah kehamilan (pijat prenatal atau pascalahir). Pijat kehamilan biasanya berlangsung satu jam.

Beberapa terapis pijat kehamilan menggunakan meja pijat kehamilan yang dirancang khusus untuk wanita hamil, ada yang menggunakan bantal untuk memposisikan wanita berbaring miring dengan nyaman.

Terapi ini diyakini sangat membantu kesehatan ibu hamil, terutama selama tahap akhir kehamilan. Berbaring menyamping sering kali merupakan posisi yang paling nyaman bagi ibu hamil saat dipijat.

Lalu, apa saja manfaat yang didapat dari pemijatan ibu hamil? Berikut ini penjelasannya.

1. Pereda Sakit

Saat perut berkembang ke luar, postur tubuh berubah untuk menyetel kembali pusat gravitasi di atas pinggul. Bagi sebagian orang, stres pada persendian dan otot menyebabkan nyeri punggung bawah, panggul, leher, bahu, atau saraf skiatik.

Mengutip Very Well Family, terapi pijat prenatal profesional dapat meredakan nyeri ini. Pada Journal Expert Review of Obstetrics & Gynecology, menunjukkan itu efektif untuk sakit kaki dan punggung selama kehamilan.

2. Mengurangi Pembengkakan

Beberapa pembengkakan, atau edema, juga normal selama kehamilan. Penumpukan cairan cenderung lebih menonjol di tungkai, pergelangan kaki, dan kaki karena rahim yang tumbuh memberi tekanan pada pembuluh darah di kaki.

Dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, melakukan pemijatan ibu hamil dapat membantu mengurangi penumpukan cairan.

3. Tidur Lebih Baik

Kesulitan tidur biasa terjadi pada semua tahap kehamilan, karena ketidaknyamanan fisik serta stres dan kecemasan.

Dalam The Journal of the Canadian Chiropractic Association, melakukan pemijatan ibu hamil dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan insomnia selama kehamilan.

4. Relaksasi dan Pengurangan Stres

Pemijatan ibu hamil juga digunakan untuk meningkatkan suasana hati dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Dalam The Journal of Alternative and Complementary Medicine, yang mengukur stres wanita hamil dan fungsi sistem kekebalan, wanita yang menerima serangkaian pijat pranatal menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kadar hormon stres dan peningkatan fungsi kekebalan.

Penelitian tambahan menunjukkan bahwa pijat prenatal dapat mengurangi perasaan depresi dan kecemasan. Baik terapi pijat profesional maupun pijat dari pasangan dapat membantu mengurangi depresi, kecemasan, stres, dan bahkan persalinan prematur.

Baca Juga: 5 Cara Menggunakan Essential Oil untuk Pijat Hamil

Jenis Pemijatan Ibu Hamil yang Aman

jenis pemijatan ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Perubahan saat hamil membuat Moms kerap kali merasa mudah lelah, pegal, dan nyeri pada beberapa bagian tubuh seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, apalagi di trimester ketiga.

Dalam penelitian yang dilakukan University of Miami School of Medicine yang dilansir di WebMD, menunjukkan bahwa pijatan memiliki banyak dampak bagi ibu hamil seperti mengurangi rasa pegal, mengurangi nyeri punggung dan kaki, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi kecemasan, serta memperbaiki mood.

Tetapi, perlu diketahui bahwa melakukan pijat kehamilan juga perlu hati-hati. Ada beberapa jenis pemijatan ibu hamil yang aman dilakukan. Berikut ini jenis pijat hamil yang bisa dipilih Moms.

1. Pijat Swedia

Manfaat lainnya melakukan pemijatan ibu hamil adalah meredakan nyeri otot dan nyeri sendi, mengurangi gejala depresi, dan meningkatkan hasil persalinan dan kesehatan bayi baru lahir.

American Pregnancy Association mengatakan, terapi pijat memenuhi berbagai kebutuhan melalui berbagai teknik, salah satunya pijat Swedia.

Pijat Swedia bertujuan mengendurkan ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi limfatik dan darah melalui tekanan ringan yang diterapkan pada kelompok otot tubuh.

Jenis pemijatan ibu hamil ini merupakan metode pijat yang disarankan selama kehamilan, karena mengatasi banyak ketidaknyamanan yang terkait dengan perubahan kerangka dan sirkulasi yang disebabkan oleh perubahan hormon di masa kehamilan.

Moms yang melakukan pemijatan ibu hamil rutin, membuat hormon seperti norepinefrin dan kortisol (hormon yang terkait dengan stres) berkurang, dan kadar dopamin dan serotonin meningkat.

Perlu diketahui, ada 6 tingkatan pada pijat Swedia, effleurage atau pengusapan dengan telapak tangan (kneading) sambil melakukan penekanan oleh jari dan ibu jari (frictions).

Kedua, petrissage atau memutar telapak tangan, jari, dan ibu jari.

Ketiga, friction atau menekankan telapak tangan, jari, dan ibu jari secara bergantian.

Keempat, vibration atau menepuk-nepuk bagian tubuh dan menggetarkannya.

Kelima, percussion atau gerakan memukul seperti sedang memainkan perkusi.

Keenam, melenturkan dan meregangkan otot-otot tubuh.

Baca Juga: Manfaat Pijat Perineum untuk Ibu Hamil Agar Lancar Melahirkan

2. Pijat Shiatsu

Shiatsu merupakan salah satu jenis pemijatan ibu hamil yang aman dilakukan selama kehamilan. Shiatsu berasal dari Jepang dengan cara kerja seperti akupuntur.

Melakukan teknik pijatan ini dengan menggunakan tekanan jari dan telapak tangan untuk menyalurkan energi alami dalam tubuh atau disebut qi.

Jenis pijat ini mendukung perubahan tubuh ibu hamil dengan membantu mempertahankan postur dan otot yang baik, memberikan bantuan dari ailments umum seperti sakit punggung, pembengkakan, dan varises.

Melakukan pijatan shiatsu selama kehamilan akan membantu ibu hamil menjadi lebih sadar akan tubuh dan akan diperlihatkan cara menyesuaikan posisi berdiri dan duduk untuk mendukung kehamilan.

Memahami bagaimana beradaptasi dengan tubuh yang mengalami perubahan dapat meringankan banyak gejala umum seperti nyeri pada bagian tubuh tertentu.

Melakukan pijat shiatsu menjadi salah satu pilihan yang memiliki koneksi langsung ke berbagai aspek emosional. Terapi pijat ini akan membuat koneksi emosional ibu dan bayi.

Meskipun kedua pijatan ini aman untuk ibu hamil, The National Center for Complementary and Alternative Medicine menyarankan agar Moms melakukan konsultasi dengan dokter kandungan sebelum pemijatan ibu hamil, ya.

Baca Juga: Menggunakan Alat Pijat Listrik Saat Hamil, Apakah Aman?

Kondisi yang Dilarang Melakukan Pemijatan Ibu Hamil

kondisi yang dilarang melakukan pemijatan ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Perut yang berat, punggung yang sakit, dan suasana hati yang naik-turun merupakan salah satu hal yang umum dirasakan ibu hamil. Wajar jika Moms ingin melakukan pemijatan ibu hamil untuk mengatasi masalah tersebut.

Terapi pijat saat hamil memang memiliki banyak manfaat, namun teknik dan titik pemicu tertentu dalam tubuh dapat menyebabkan kontraksi dan persalinan prematur.

Melansir What to Expect, sebuah penelitian menunjukkan bahwa pijatan dapat mengurangi hormon stres dalam tubuh dan mengendurkan, serta melemaskan otot-otot tubuh.

Selain itu, pijat selama kehamilan dapat meningkatkan aliran darah yang sangat penting ketika sedang hamil, dan menjaga sistem limfatik bekerja pada efisiensi puncak, mengeluarkan racun dari tubuh.

Pemijatan ibu hamil dianggap aman dilakukan setelah trimester pertama. Pada tiga bulan pertama kehamilan, dapat memicu pusing dan menambah mual di pagi hari atau morning sickness.

Beberapa terapis pijat menghindari titik-titik tekanan tertentu, termasuk di antara pergelangan kaki dan tumit, karena khawatir akan memicu kontraksi. Selain itu, sebaiknya hindari memijat di bagian perut, karena tekanan di daerah tersebut saat hamil dapat membuat tidak nyaman.

Memasuki trimester kedua, setelah bulan keempat, usahakan untuk tidak berbaring terlentang selama pijatan. Hal tersebut dapat membuat berat bayi dan rahim menekan pembuluh darah dan mengurangi sirkulasi ke plasenta, menciptakan lebih banyak masalah.

Moms perlu mengetahui pada kondisi apa melakukan pemijatan ibu hamil dilarang. Berikut ini informasinya, dilansir dari UT Southwestern Medical Center.

1. Trimester Pertama Kehamilan

Larangan pemijatan ibu hamil diberlakukan pada trimester awal kehamilan. Meskipun, American Pregnancy Association menyatakan bahwa wanita dapat memulai pijatan kapan saja selama kehamilan.

Banyak terapis pijat prenatal yang tidak akan menerima klien sampai trimester kedua kehamilan. Keadaan tersebut merupakan larangan pijat hamil.

Ini karena trimester pertama membawa peningkatan risiko keguguran, dan beberapa terapis juga khawatir mengenai peningkatan aliran darah selama pijatan akan berbahaya.

Kemudian, ada titik-titik tekanan dalam tubuh yang diperkirakan memicu kontraksi atau berpotensi menginduksi persalinan. Oleh sebab itu, banyak terapis pijat prenatal perlu izin dokter untuk melakukan pemijatan pada wanita di trimester pertama kehamilan.

Mary Rosser, MD, Ph.D., seorang ob-gyn di Montefiore Medical Center di Bronx, New York, merekomendasikan terapis pijat prenatal bersertifikasi kepada pasiennya.

Ia juga mengatakan bahwa paling aman untuk menunggu sampai setelah kehamilan telah melewati tanda trimester pertama dalam melakukan pemijatan ibu hamil.

"Trimester pertama adalah waktu kritis ketika janin mulai terbentuk. Waktu dan uang pijat mungkin lebih baik dihabiskan nanti, ketika ketidaknyamanan trimester pertama telah berlalu dan masalah nyeri punggung mulai sangat mengganggu," jelas Rosser.

Apa yang terbaik adalah, menghindari pijatan pada jaringan dalam dan teknik lain yang mungkin menimbulkan sirkulasi atau risiko tekanan darah, terutama saat memijat betis dan kaki.

Baca Juga: 5 Cara Meredakan Kaki Bengkak saat Hamil, Tanpa Obat!

2. Kondisi Medis

Terapi pijat melibatkan sistem peredaran darah yang dapat mengubah aliran darah dalam tubuh dan berpotensi mempengaruhi kondisi kesehatan tertentu.

Pastikan sebelum melakukan pijatan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan jika memiliki masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi yang tidak dikendalikan obat-obatan.

Selain itu, Moms dengan penyakit jantung bawaan atau preeklampsia, cedera, dan melakukan operasi dan transplantasi organ dalam waktu yang dekat juga dilarang melakukan pemijatan ibu hamil.

Bahkan, jika terpaksa, seorang terapis pijat juga akan perlu persetujuan tertulis dari dokter kandungan untuk melakukan pijat kehamilan.

Karena itu, disarankan agar semua wanita hamil berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba pemijatan ibu hamil, terutama bagi Moms yang memiliki kondisi-kondisi seperti menjalani kehamilan berisiko tinggi.

Selain itu, hindari pemijatan ibu hamil jika Moms mengalami hipertensi selama kehamilan (Pregnancy induced hypertension/PIH), preeklamsia, mengalami pembengkakan parah, tekanan darah tinggi, atau tiba-tiba, sakit kepala parah.

Hindari juga melakukan pemijatan ibu hamil bila baru saja melahirkan, mengalami mual, muntah, atau morning sickness, berisiko tinggi mengalami keguguran, dan memiliki kehamilan berisiko tinggi seperti abrupsio plasenta atau persalinan prematur.

Artikel Terkait