3-5 TAHUN
25 Agustus 2019

4 Olahraga Terbaik untuk Anak Hiperaktif

Olahraga individu merupakan jenis olahraga yang cocok untuk anak hiperaktif
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Olahraga individu untuk anak-anak dapat menawarkan sejumlah manfaat sosial dan perilaku, tetapi tidak selalu mudah bagi anak ADHD atau anak-anak yang hiperaktif untuk terlibat.

Bagi anak-anak yang hiperaktif, lawan yang paling tangguh di dalam permainan adalah diri mereka sendiri. Karena struktur, ketertiban, dan kurangnya gangguan adalah kunci keberhasilan olahraga.

Baca Juga: 5 Manfaat Olahraga Gymnastic Untuk Balita

Olahraga dapat membantu mengendalikan gejala anak yang hiperaktif dengan meningkatkan kadar dopamin dan norepinefrin di otak. Jadi mendorong anak untuk aktif melakukan olahraga adalah ide yang bagus.

Namun orang tua juga harus tahu, apa olahraga yang tepat untuk anak hiperaktif. Jangan bingung, lihat rekomendasi olahraga untuk anak hiperaktif di bawah ini!

1. Berenang

anak hiperaktif, olahraga anak

Olahraga yang tepat untuk anak hiperaktif adalah olahraga individu seperti berenang.

Anak-anak yang hiperaktif memiliki keunggulan dalam struktur dan bimbingan. Hal ini bisa mereka dapatkan dalam olahraga renang.

Anak dapat fokus pada pengembangan pribadi dengan meningkatkan waktu berenang pribadi.

“Berenang membantu mengelola gejala hiperaktif anak dengan membuatnya tetap fokus dan disiplin sejak usia dini,” ujar atlet olimpiade Michael Phelps.

Baca Juga: Kapan Sebaiknya Anak Belajar Berenang?

2. Bela Diri

anak hiperaktif, olahraga anak

Kontrol diri, disiplin, dan rasa hormat hanyalah beberapa keterampilan yang ditekankan dalam kelas seni bela diri.

Siswa menguasai setiap kombinasi seni bela diri baru melalui instruksi langkah demi langkah, sehingga hanya sedikit peluang untuk gangguan.

Salah satu manfaat mengejutkan dari seni bela diri adalah penggunaan ritual, seperti tunduk pada instruktur, yang dapat membantu mengajar anak-anak hiperaktif untuk menerima, mengembangkan, dan menggunakan rutinitas di bidang lain dalam kehidupan mereka.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh International Journal of Environmental Research and Public Health pada Januari 2019, bela diri juga dapat membantu anak yang menjadi korban bullying. Segi akademik, sosial, dan emosional mereka akan jadi lebih baik setelah belajar bela diri.

3. Tenis

anak hiperaktif, olahraga anak

Olahraga untuk anak hiperaktif selanjutnya adalah tenis. Mereka akan berkembang ketika bersaing melawan diri mereka sendiri untuk menguasai keterampilan baru.

Tenis memang membutuhkan kerja tim dan komunikasi yang terkoordinasi ketika bermain ganda, tetapi aktif, kecepatan cepat membuat anak-anak lebih berkonsentrasi.

Ditambah lagi, memukul bola tenis bisa menjadi cara yang bagus bagi anak hiperaktif untuk melepaskan kemarahan atau frustrasi yang dirasakannya dari hari yang menantang di sekolah.

Baca Juga: Trik agar Anak Tidak Malas Olahraga

4. Senam

anak hiperaktif, olahraga anak

Penelitian telah menunjukkan bahwa kegiatan yang membutuhkan perhatian besar terhadap gerakan tubuh, seperti senam, dapat membantu anak-anak hiperaktif meningkatkan fokus mereka.

Peralatan dan gerakan senam sangat mirip dengan yang digunakan dalam terapi okupasi dan dapat membantu mengelola gangguan pemrosesan sensorik anak dengan mengembangkan kekuatan intinya, rasa keseimbangan, dan kesadaran otot.

"Senam akan membangun kekuatan otot. Berbagai aktivitas senam juga membuat keseimbangan anak menjadi lebih baik," ujar Juanita Ray, co-owner The Little Gym di West Bloomfield.

Nah, jika Moms termasuk salah satu orang tua yang memiliki anak hiperaktif, beberapa olahraga di atas adalah jenis olahraga untuk anak hiperaktif yang bisa dicoba.

Artikel Terkait