KEHAMILAN
19 Mei 2020

Ketahui Dampak TBC saat Hamil dan Penanganannya

Ibu dan janin bisa meninggal akibat penyakit ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Saat Moms hamil, dokter akan memberi sejumlah tes rutin untuk memeriksa masalah kesehatan yang mungkin menimbulkan masalah bagi kita atau calon bayi kelak. Satu hal yang mungkin diperiksa sejak dini adalah tuberkulosis (TBC).

Penyakit satu Ini merupakan penyakit bakteri menular yang biasanya mempengaruhi paru-paru. TBC saat hamil bisa terjadi dan tidak diketahui, yang disebut juga dengan TB laten.

Tetapi jika Moms menderita TBC aktif, makan akan terlihat beberapa gejala seperti batuk selama berminggu-minggu, penurunan berat badan, dahak berdarah, dan keringat di malam hari.

Baca Juga: Hati-hati, Darah Tinggi Bisa Sebabkan Komplikasi Kehamilan!

Dilansir dari jurnal Tuberculosis in Pregnancy: A Review, diagnosis tuberkulosis pada kehamilan sulit dikenali, karena gejalanya awalnya dianggap berasal dari kehamilan, dan kenaikan berat badan yang normal pada kehamilan dapat menutupi penurunan berat badan yang terjadi.

Penyakit tuberkulosis yang tidak diobati dengan segera, tentu akan bahaya bagi ibu hamil dan janin di dalam perut.

Apa saja dampak dari TBC pada kehamilan dan bagaimana penanganannya? Simak penjelasannya berikut ini.

Dampak TBC pada Kehamilan

tbc saat hamil

Moms yang mengidap TBC saat hamil, berarti dalam keadaan yang cukup berbahaya. Mengapa? Karena efek dari penyakit ini bisa membahayakan bayi dan ibu dalam waktu bersamaan.

Mengidap TBC saat hamil dapat menyebabkan kematian ibu, yang merupakan tiga penyebab utama kematian pada ibu hamil dalam rentang usia 15 hingga 45 tahun. Berikut ini dampak yang ditemukan pada ibu hamil.

  • Perempuan yang didiagnosis mengidap TBC saat hamil akan mengalami perubahan sistem kekebalan tubuh,
  • Awalnya akan dimulai dengan penurunan berat badan, namun saat hamil kondisi ini bisa tidak terdeteksi karena ditutupi oleh kenaikan berat badan saat hamil. Ibu hamil juga bisa mengalami kenaikan berat badan yang terhambat.
  • Perawatan yang tidak tepat dapat memperburuk penyakit
  • TBC saat hamil akan meningkatkan kemungkinan aborsi dan keguguran serta pertumbuhan bayi yang terhambat
  • Bayi lahir prematur
  • Berat badan bayi saat lahir rendah
  • Peningkatan kemungkinan kematian neonatal
  • Diagnosis penyakit yang terlambat dapat meningkatkan kemungkinan persalinan prematur hingga sembilan kali lipat.

Baca Juga: Kelahiran Prematur, Apakah Penyebabnya?

Tidak hanya berdampak pada ibu, TBC saat hamil juga bisa mempengaruhi kondisi janin di dalam perut. Penyakit ini dapat menyebar dari ibu ke bayi melalui tali pusat, dan biasa disebut TBC bawaan.

Namun, tidak seperti penyakit bawaan lainnya, gejala TBC bawaan sering tidak terlalu kelihatan. Berikut ini merupakan dampak TBC pada bayi.

Cara Mengatasi TBC saat Hamil

tbc saat hamil

TBC saat hamil yang tidak segera diobati dengan tepat dapat membawa dampak yang besar pada ibu dan calon bayi. Makanya harus segera diberi perawatan yang tepat.

Baca Juga: 3 Penyakit yang Bisa Ditularkan dari Ibu Hamil ke Janin

Perawatan bisa dilakukan melalui penggunaan Directly Observed Therapy, Short Course (DOTS). Terapi ini memerlukan penggunaan terapi kombinasi selama setidaknya 6 bulan, tergantung pada kombinasi agen antituberkulosis yang tersedia.

Kombinasi ini termasuk obat isoniazid dan rifampisin secara wajib, didukung oleh etambutol dan pirazinamid.

Untuk pasien dengan TBC yang peka terhadap obat dan rutin minum obat dengan baik, cara ini bisa menyembuhkan sekitar 90% dari kasus TBC saat hamil. Pengobatan dilakukan dengan rawat jalan, kecuali dokter menyarankan sebaliknya.

Penggunaan obat antituberkularis lini pertama ini dianggap aman untuk ibu dan calon bayinya oleh British Thoracic Society, International Union Against Tuberculosis and Lung Disease, dan the World Health Organization. Jadi jangan khawatir ya Moms.

Artikel Terkait