PASCA MELAHIRKAN
7 September 2020

5+ Rekomendasi Susu Ibu Menyusui yang Bagus untuk Bayi, Yuk Coba!

Tergantung kondisi, ternyata ada juga susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms mungkin pernah bertanya-tanya apakah ada susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi juga. Penasaran dengan jawabannya? Simak ulasannya di bawah ini.

Memberikan nutrisi terbaik untuk Si Kecil bukan hanya dimulai saat suapan MPASI pertamanya, Moms bisa melakukannya bahkan saat belum hamil. Saat merencanakan kehamilan, Moms bisa mula memakan makanan sehat dan bergizi tinggi yang ditambah dengan asupan asam folat.

Setelah positif hamil, Moms bisa melanjutkan kebiasaan baik tersebut dengan menambahkan susu hamil. Kemudian susu hamil beralih kepada susu menyusui saat Si Kecil sudah lahir. Meski untuk susu untuk khusus ibu menyusui, masih ada perbedaan pendapat hingga kini.

“Penting bagi ibu menyusui untuk menjaga diri mereka sendiri dengan makan makanan bergizi, tetap terhidrasi, dan istirahat jika memungkinkan sehingga mereka dapat memiliki lebih banyak energi dan tetap sehat,” kata Michelle Ross, RD, LD, ALC, ahli diet terdaftar dan berlisensi serta konsultan laktasi lanjutan, dan program manager for Clinical Nutrition and Lactation at Nationwide Children's Hospital.

Tapi, tidak ada salahnya juga kan Moms mengonsumsi susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi. Karena susu memang punya kandungan yang baik yang manfaatnya bisa didapatkan oleh bayi lewat ASI.

Baca Juga: Anak Alergi Susu Sapi, Apa Yang Harus Mama Lakukan?

Kandungan Baik dalam Susu untuk Ibu Menyusui

Susu Ibu Menyusui yang Bagus untuk Bayi -1

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms memilih untuk tetap mengkonsumsi susu saat menyusui dan tidak melihat adanya reaksi alergi pada Si Kecil, pastikan Moms mendapatkan susu ibu menyusui yang memiliki dampak yang bagus juga untuk bayi. Moms bisa mengetahuinya salah satunya dengan memilih susu dengan bahan terbaik.

DHA atau asam docosahexaenoic, adalah asam lemak omega-3 yang berkontribusi pada kesehatan dan perkembangan mata dan otak bayi. Menurut Marchofdimes.Org, saat hamil Moms membutuhkan setidaknya 200 miligram DHA setiap hari yang sering kali juga didapatkan dari vitamin.

Menurut laporan Nutrients pada Februari 2018, varietas susu konvensional (dan bahkan organik) tidak mengandung DHA dalam jumlah yang signifikan, tetapi susu yang berasal dari sapi yang diberi makan rumput mengandung DHA yang dibutuhkan dalam nutrisi susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi.

Susu yang diberi makan rumput juga lebih tinggi dalam asam lemak omega-3 lainnya, 147 persen lebih tinggi menurut University of Minnesota Extension dan lebih rendah dalam asam lemak omega-6, yang dapat meningkatkan peradangan bila dikonsumsi secara berlebihan.

Kandungan asam lemak omega-6 juga akan mengurangi risiko penyakit jantung dan penyakit metabolik lainnya, seperti diabetes tipe 2, dilansir dari penelitian yang dipublikasikan oleh National Center of Biotechnology Information (NCBI).

Lemak lain yang ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi dalam susu yang diberi makan rumput adalah CLA atau asam linoleat terkonjugasi, yang secara alami dibuat di dalam perut hewan ruminansia yang diberi makan makanan alaminya.

Sebuah laporan yang diterbitkan dalam Lipids in Health and Disease pada Februari 2015 mencatat bahwa ketika CLA dikombinasikan dengan kalsium, mungkin dapat mengurangi tekanan darah tinggi terkait kehamilan.

Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu, Pahami 5 Cara Membedakan Susu Asli dan Palsu

Susu Ibu Menyusui yang Bagus untuk Bayi

Susu Ibu Menyusui yang Bagus untuk Bayi -2

Foto: Orami Photo Stock

Saat berbagai jenis susu diproses, kandungan lemak dan kalorinya berubah. Pola makan dan tipe tubuh perempuan selama kehamilan akan menentukan apakah suatu jenis susu bermanfaat untuknya atau tidak.

Tidak semua ibu hamil menyukai jenis susu yang sama dan tidak semua membutuhkan tingkat nutrisi yang sama jika dimasukkan pada pola makanya.

Misalnya, vegan lebih suka susu non-dairy dan organik dari sumber nabati dan beberapa mungkin hanya sesuai dengan rasanya. ini adalah beberapa jenis susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi beserta dengan nutrisinya.

1. Susu Sapi

Jenis susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi pertama adalah susu sapi. Jenis ini akan mudah Moms temukan dan dikonsumsi oleh banyak orang. Biasanya, susu sapi tersedia dalam bentuk mentah, skim, utuh dan berasa. Susu sapi kaya akan kalsium, dan Vitamin A, D, dan E. Protein dan asam amino yang ada dalam susu sangat penting untuk pembentukan sel.

Vitamin D sangat penting untuk penyerapan kalsium dan melindungi dari diabetes gestasional.

Vitamin A memperkuat sistem kekebalan dan membantu meningkatkan penglihatan. Vitamin E memiliki sifat antioksidan dan melindungi dari penyakit. Segelas susu sapi dapat memberi Moms 285 mg kalsium.

2. Susu Kambing

Jenis susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi selanjutnya adalah susu kambing. Meski bukan pilihan yang populer, susu kambing juga sangat bergizi. Susu kambing bahkan bisa menjadi pilihan jika Moms mencari kualitas yang lebih banyak dan kuantitas yang lebih sedikit dari susu sapi.

Biasanya, susu kambing tersedia dalam bentuk susu segar, susu UHT yang dipanaskan di atas 135 derajat Celcius untuk menghilangkan spora, dan dalam varietas organik.

Susu kambing lebih tinggi protein, Vitamin B2, dan lemak sehat dibandingkan dengan susu sapi. Lemak makanan sehat dalam susu kambing juga membantu menurunkan kadar kolesterol, mempercepat proses metabolisme, dan membantu pencernaan.

Kandungan vitamin A di dalam susu mudah diserap oleh tubuh. Segelas susu kambing mengandung 283 mg kalsium.

3. Susu Kedelai

Jenis susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi selanjutnya adalah susu kedelai. Untuk membuat susu kedelai, kacang kedelai digiling direndam dalam air. Ini mengandung tingkat protein yang sama seperti susu sapi dan tersedia dalam varietas yang diberi rasa, serat, dan yang diperkaya kalsium.

Susu kedelai dapat memberi banyak kalsium penting yang untuk ibu dan bayi. Ini juga mengandung lemak sehat yang baik untuk jantung sekaligus bebas kolesterol.

Susu kedelai juga kaya akan antioksidan yang melawan kanker dan meningkatkan kekebalan tubuh. Satu gelas susu kedelai mengandung 300 mg kalsium.

4. Susu Almond

Jenis susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi selanjutnya adalah susu almond. Juga dikenal sebagai susu badam, susu almond dibuat dengan menumbuk kacang almond dan menambahkan air. Ini adalah alternatif yang sangat baik bagi Moms yang alergi terhadap gluten dan kedelai.

Susu almond kaya akan asam folat, Vitamin B, Vitamin E, kalsium, zat besi, protein, dan serat. Ini juga rendah kalori, lemak jenuh, dan kolesterol. Segelas susu almond yang tidak difortifikasi dapat memberikan 7,5 mg kalsium.

5. Susu Oat

Jenis susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi selanjutnya adalah susu oat. Susu oat tinggi serat dan rendah kalori. Ini akan membantu dalam meredakan sembelit dan dapat mengontrol keinginan makan yang berlebih dan menjaga kadar gula yang stabil dalam darah. Susu oat kaya akan Vitamin A dan B dan mineral seperti kalium, fosfor, dan mangan.

Susu oat mengandung lebih banyak protein daripada susu almond dan susu beras, tetapi tidak sebanyak susu sapi. Susu almond juga memiliki jumlah kalsium yang cukup baik, yaitu 120 mg per gelas.

6. Susu Kunyit

Jenis susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi selanjutnya adalah susu kunyit. Formula instan berupa susu bubuk terbuat dari susu pasteurisasi alami. Ini memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan susu sapi. Susu kunyit adalah jenis susu yang berbeda.

Jika ingin minum susu kunyit saat hamil, Moms bisa menambahkan beberapa helai kunyit ke dalam susu apa saja dan meminumnya. Susu kunyit dapat membantu menurunkan tekanan darah, perubahan suasana hati, dan meningkatkan pencernaan.

Baca Juga: Bolehkah Susu Formula Dibekukan Layaknya ASIP?

Bahaya Susu Mentah

Susu Ibu Menyusui yang Bagus untuk Bayi -3

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui tentang jenis dan kandungan dari susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi, Moms juga harus mengetahui tentang susu mentah yang berbahaya jika dikonsumsi.

Pernyataan American Academy of Pediatrics (AAP), yang diterbitkan secara online 16 Desember di jurnal Pediatrics, para dokter juga menyerukan larangan penjualan semua produk susu mentah di Amerika Serikat.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 148 wabah akibat konsumsi susu mentah atau produk susu mentah telah dilaporkan ke badan tersebut antara tahun 1998 dan 2011.

Susu mentah adalah susu yang belum dipasteurisasi atau dipanaskan sebentar hingga setidaknya 161 derajat Fahrenheit atau 71 derajat Celcius untuk membunuh kuman berbahaya. Sebelum susu mulai dipasteurisasi secara luas di Amerika Serikat pada tahun 1920-an, susu bahkan dapat membuat orang sakit.

Susu mentah dapat mengandung bakteri yang menyebabkan tuberkulosis dan difteri, serta kuman yang menyebabkan serangan sakit perut yang parah seperti Listeria dan E. coli, dilansir Food and Drugs Administation (FDA).

"Pasteurisasi adalah salah satu kemajuan kesehatan masyarakat utama abad ini. Sayang sekali tidak jika tidak dimanfaatkan dengan baik," kata Dr. Mary Glode, profesor penyakit menular pediatrik di Rumah Sakit Anak Colorado, di Aurora.

Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan dari para peneliti di Minnesota yang memperkirakan jumlah kasus keracunan makanan secara sporadis di berbagai negara bagian terkait dengan produk susu mentah. Mereka akhirnya menemukan bahwa kasus tersebut mungkin lebih kecil daripada kasus yang terkait dengan wabah.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan 11 Desember di jurnal Emerging Infectious Diseases, para peneliti menemukan bahwa, lebih dari satu dekade, 21 orang mengalami keracunan makanan dalam lima wabah yang terkait dengan produk susu mentah.

“Tetapi 530 kasus individu tambahan dilaporkan ke negara bagian itu. Itu adalah kasus keracunan makanan yang dikonfirmasi di laboratorium yang disebabkan oleh bakteri Campylobacter, Cryptosporidium, E. coli atau Salmonella di mana orang-orang juga dilaporkan mengonsumsi susu mentah,” kata penulis studi Trisha Robinson, yang juga seorang ahli epidemiologi di Departemen Kesehatan Minnesota.

Menurutnya, ada lebih banyak orang yang mengonsumsi susu mentah yang bukan merupakan bagian dari wabah dan akhirnya ikut juga jatuh sakit. “Wabah sebenarnya hanyalah puncak gunung es," tambah Tisha.

Mengingat banyak kasus penyakit bawaan makanan yang tidak pernah terdeteksi atau dilaporkan, Tisha memperkirakan sekitar 17 persen orang yang minum susu mentah selama 10 tahun penelitian menjadi sakit karenanya.

Studi tersebut menemukan bahwa 63 persen dari kasus tersebut terjadi pada anak-anak di bawah 10 tahun. Seorang bayi berusia 11 bulan meninggal karena komplikasi infeksi E. coli , sementara anak lain yang minum susu mentah terserang E. coli dan kemudian oleh salmonella setahun kemudian. "Lebih dari tiga perempat anak berusia 5 tahun atau lebih muda diberikan susu mentah dari pertanian mereka sendiri atau pertanian kerabat," kata Tisha.

Bahkan, Tisha menambahkan, di peternakan sendiri bisa terjadi. “Bahkan di mana Anda mengenal sapi-sapi di mana orang-orang mengetahui sebuah peternakan dan mungkin merawat hewan-hewan itu dengan sangat baik, anak-anak masih bisa sakit," katanya.

Meski begitu menurutnya,tidak ada bukti yang mendukung bahwa susu mentah lebih sehat. “Dan ada banyak bukti yang mendukung bahwa susu mudah terkontaminasi, tanpa ada yang berniat melakukannya," katanya.

Sebelum menemukan susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi, pastikan Moms telah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Artikel Terkait